Designed by Designata Studio
23

Nurani dan gerakannya

Nurani dan gerakannya

Nurani dan gerakannya

18 Maret 2025, sebelum pemerintah dan DPR Indonesia mengesahkan RUU TNI menjadi Undang-undang; sejumlah tokoh bangsa membuat pernyatan keberatannya atas RUU TNI. Di sana disampaikan adanya keresahan hati rakyat. Gerakan Nurani Bangsa sebagai gerakan dari berbagai tokoh bangsa dan tokoh agama dengan kejernihan nalar, ketulusan hati dan kecintaan yang besar pada bangsa Indonesia; menyuarakan apa yang menjadi suara hati rakyat. Justru karena gerakan kelompok ini bukan gerakan politik praktis tetapi gerakan nurani; maka sangatlah patut bagi semua manusia Indonesia untuk mendengarkannya.

Apa itu nurani?

Di dalam lubuk hati seseorang bekerjalah hati nurani. Demikian Katekismus Gereja Katolik memandangnya (KGK # 1777).  Gereja belajar dari Paulus dalam suratnya kepada Jemaat Roma (Roma 2:14-16). Di dalam nurani itu ada pengetahuan yang benar tentang hukum Allah, hukum manusia, ada penalaran yang lurus, ada tanggung jawab, ada pengetahuan mengenai apa yang baik dan apa yang jahat, ada kemampuan membuat pertimbangan dan keputusan.

Hati nurani adalah keputusan akal budi, di mana manusia mengerti apakah satu perbuatan kongkret , yang ia rencanakan, sedang dilaksanakan atau sudah dilaksanakan, baik atau buruk secara moral.(KGK #1778). Hati nurani adalah suatu proses kognitif yang menghasilkan perasaan dan pengaitan secara rasional berdasarkan pandangan moral atau sistem nilai seseorang, demikian perumusan oleh Wikipedia, ensiklopedia bebas ( https://id.wikipedia.org/wiki/Hati_nurani ). Wikipedia memberi ulasan yang panjang dan luas, mendetil dan memasuki beragam pandangan dari berbagai agama dan aliran pemikiran. Dan di sana kita mengakui bahwa hati nurani adalah suara kemanusiaan kita yang bersama dengan suara Allah pencinta kehidupan.

Nurani yang bergerak

Gerakan  Nurani Bangsa memberi kekuatan yang menyejukkan bagi bangsa Indonesia. Dalam berbagai kesempatan ketika bangsa Indonesia menghadapi gelapnya hati hidup bersama, gerakan ini hadir menyejukkan dan memberi arah.  Kearifan mulia para tokoh kita dibaktikan kepada seluruh warga masyarakat Indonesia dan dunia. Suara mereka telah menjadi sejatinya suara rakyat.

Dalam gerakan Nurani Bangsa, di sana juga ada ajakan pewujudan cinta kepada bangsa, kepada orang kecil, dan kepada siapapun. Nurani memang bukan hanya dihidupi di ranah pribadi. Nurani sebagai suara penghormatan kepada martabat manusia, senantiasa melebar ke ranah hidup bersama. Tidak terlalu jauh untuk bisa menangkap bahwa suara mereka adalah suara ilahi yang menyampaikan pesan bagi keselamatan bangsa.

Berhadapan dengan berbagai keadaan nyata masyarakat kita, nurani murid Yesus tidak memungkinkan kita untuk diam hanya memperhatikan kesadaran, nalar, tanggungjawab, pengambilan keputusan baik/buruk dan cinta sesama hanya  pada ranah hidup pribadi. Nurani dan iman akan selalu menuntut kita untuk bertindak secara sosial pula. Maka terhadap keadaan masyarkat di sekitar kita, nurani kita tidak bisa membiarkan kita tidak memperhatikan penderitaan, kemiskinan, penindasan, teror, korupsi, dan macam-macam kejahatan sosial. Gerakan Nurani Bangsa telah menjadi teladan kita. Dalam gelapnya penolakan pada hati nurani dan condongnya masyarakat ke kerusakan bersama, maka energi nurani kita semakin diperlukan oleh bumi.

 

Katekese by Rm. Maharsono, SJ

semua katekese