Designed by Designata Studio
16

Dosa – Penebusan – Rahmat Keselamatan (Soteriologi)

Dosa – Penebusan – Rahmat Keselamatan (Soteriologi)

1. Pemahaman Dosa dalam perspektif katolik

  • Dosa berhubungan dengan rusaknya relasi perjanjian (covenantal relationship).
  • Dlm Kitab Kejadian 3, dosa dilukiskan sebagai tindakan “Ketidaktaatan” (disobedience) yang membuat mereka tidak selamat karena relasi dengan Allah menjadi rusak. Maka tentang “Ketaatan pada perutusan” ini yang menjadi arah yang dibawa oleh Yesus. Yesus taat pada perutusannya smp disalib utk menyelamatkan mns yaitu untuk memperbaiki relasi yang telah rusak.
  • Dalam PL, ada tiga kata Ibrani yang menyangkut mengenai dosa: hatta (missing the mark), pesha (rebellion), and awon (iniquity or guilt). Ini terangkum dalam Mazmur 51.
  • Dalam PB, kata “Dosa” lebih banyak dihubungkan dengan tindakan sadar dan tahu (baik secara pribadi maupun bersama) yang membuat dirinya semakin menjauh/terasing dengan Allah sebagai penciptanya. Maka berkaitan dengan kehendak bebas (free will).
  • Maka, dosa adalah tindakan yang dengan sadar, bebas, dan tahu menolak tawaran cinta Allah (rejection of God’s offer of love) yang menimbulkan rusaknya relasi antara manusia dengan dirinya, dengan sesamanya, alam semesta, dan terlebih dengan Allah.
  • Dosa-dosa yang bisa menjadi akar dari dosa lain: kesombongan, ketamakan, kedengkian, kemurkaan, percabulan, kerakusan, kelambanan/rasa malas berlebih (7 dosa pokok).

2. Pemahaman Dosa dan Keselamatan yang terus ada (endless salvation).

  • Untuk memahaminya, kita perlu tahu bahwa:
  • Allah dalam pandangan Katolik bukan hanya Allah pencipta, tetapi juga Allah pemelihara.
  • Adanya dosa manusia adalah karena memang manusia memiliki kebebasan utk menentukan sesuatu (yang menolak tawaran kasih Allah).
  • Nmn, Allah yang memelihara bukanlah Allah yg tinggal diam dengan itu.  Karena Ia tahu dosa akan semakin membuat manusia teralienasi (menjadi budak dosa), maka, Ia rela mengambil bentuk manusia (inkarnasi), untuk membawa manusia kembali ke martabatnya sebagai “anak Allah”. Karya, wafat dan Kebangkitan Kristus adalah upaya Allah untuk terus hadir dalam semua kondisi manusia dan mengangkatnya sebagai anak Allah. Belum cukup sampai situ, Allah mengutus Roh Kudus utk menemani dan menguatkan manusia dlm peziarahannya.
  • Dari proses itu semua, kita bisa mengatakan: Allah senantiasa menawarkan kembalinya relasi ini dan inilah proses keselamatan yang terus menerus hadir, lewat Yesus Kristus dan kini dengan bantuan Roh kudus, lewat Sakramen-sakramen dalam Gereja (yang didukung doa, devosi) dan sikap-sikap kita pada diri, sesama, dan alam semesta.

 

Katekese by Rm. Triyudo Prastowo, SJ

semua katekese