The last Porta Sancta di Yubelium 2025 : Jawa Barat-Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta
Sudah satu tahun ini umat Katolik dunia intens berdoa Porta Sancta. Porta Sancta sendiri berarti “pintu suci”, yaitu pintu khusus di gereja-gereja Katolik utama yang hanya dibuka pada tahun Yubelium (tahun suci) sebagai simbol pertobatan, rahmat, dan pembaharuan hidup spiritual. Tahun Yubelium sendiri dirayakan setiap 25 tahun sekali, meskipun pada awalnya setiap 50 tahun sekali.
Untuk menggaungkan Porta Santa tersebut gereja-gereja di Indonesia merepiklasi Porta Santa yang berada di Basilika Utama di Roma agar umat Katolik memiliki semangat dan kesempatan mendaraskan doa Yubelium berikut menginternalisasikan pertobatan dan Rahmat spiritulitas imannya.
Umat Wilayah Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, Paroki Katedral Jakarta, sudah tiga kali melaksanakan ziarah Porta Sancta. Yang pertama, dilakukan di sembilan gereja yang berada di dekanat-dekanat Keuskupan Agung Jakarta. Kedua dilaksanakan di lima gereja dekanat Barat dan Tangerang. Selanjutnya, untuk menutup tahun Yubelium ini, Wilayah Theresia mengadakan Porta Sancta di gereja wilayah Cirebon, Tegal, Yogyakarta, dan Semarang. Tujuannya adalah untuk lebih mengenal lebih dekat gereja-gereja di luar Jakarta. Selain itu, untuk lebih memperkuat dan mempertebal spiritualitas keimanan peserta sekaligus memperkaya wawasan budaya daerah-daerah di Indonesia.
Ziarah ini dilaksanakan pada tanggal 19 s.d. 21 Desember 2025. Berangkat dari Jalan Angkasa, depan Kampoeng Kemayoran sekitar pukul 06.00 WIB. Ziarah yang diikuti oleh 33 peserta itu menuju ke Gereja Santo Yusuf, Cirebon. Usai dari Cirebon, menuju Gereja Hati Kudus Yesus Tegal. Dari Tegal langsung menuju ke penginapan di Yogyakarta. Hari kedua, peserta Porta Sancta ke Gereja Salib Suci Gunung Sempu, lalu berdoa di Patung Kerahiman Ilahi, dan lanjut Porta Sancta ke Gereja Ganjuran.
Untuk Yogyakarta sendiri hanya terbatas tempat atau gereja yang memasang replikan Porta Sancta. Menurut informasi yang disampaikan hanya ada di Pringwulung, Gunung Sempu, Ganjuran, Wates, Tritis, Sendang Sriningsih, dan Sendangsono. Untuk mengefektifkan waktu, panitia memilih dua tempat tersebut.
Hari ketiga, dimulai dengan misa di Gereja Santo Antonius Padua Kota Baru, lanjut ke Girisonta. Di Girisonta rombongan peziarah mendoakan para pastur-pastur Serikat Jesuit yang dikenal seperti Romo Wusnumurti, SJ, Romo Sugiri, S,J, Romo Yumartono, Mgr Leo Soekoto, dan yang lain yang dimakamkan di situ. Selesai dari Girisonta kami menuju Semarang.
Di Gereja katedral Keuskupan Agung Semarang kami tidak dapat leluasa waktunya karena sudah menjelang misa sore pukul 17.00. Walupun begitu kami disambut dengan sangat ramah oleh Ibu Sri, relawan Porta Sancta Gereja itu. Usai foto-foto, rombongan pun melanjutkan perjalanan ke Jakarta setelah tentu saja mampir lebih dahulu membeli oleh-oleh kas Semarang untuk keluarga tercinta yang menunggu di rumah.
Syukur kepada Allah rombongan dengan selamat sampai kembali ke tempat berangkat, yaitu Jalan Angkasa pada hari Minggu, 21 Desember pukul 23.30-an. Puji Tuhan peserta sehat, bahagia, dan penuh sukacita. Pengalaman Porta Sancta yang mengesankan sebelum nantinya tahun Yubelium ditutup tanggal 3 Januari 2026. Hati para peserta pun lega untuk memasuki masa Natal.
Dengan mengunjungi beberapa daerah yang berbeda, dari Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Yogyakarta, peserta mengalami perjumpaan berharga dengan pribadi-pribadi yang sangat ramah dan penuh terbuka hati menyambut tamu. Itu yang melekat di sangat melekat di hati. Malah di Gunung Sempu rombongan dijamu teh hangat manis dan kerupuk lanting.
Semoga perjalanan spiritual para peziarah yang sangat semangat dan tekun berdoa dan mendoakan membuka gerbang rahmat pengampunan dan sukacita untuk menjadi bekal menapaki tahun-tahun selanjutanya. Selamat Natal, Berkah Dakem Gusti melimpah untuk keluarga-keluarga kita semua. Amin.
Sumber Berita & Photo : -Anik- (Pengurus Lingkungan Wilayah Theresia DKKY)