Designed by Designata Studio
Pesta Pelindung Lingkungan St.  Caecilia : Penampilan bukanlah hal yang utama dalam Pelayanan
30

Pesta Pelindung Lingkungan St. Caecilia : Penampilan bukanlah hal yang utama dalam Pelayanan

Hari Selasa tanggal 25 November 2025 merupakan momen yang berharga bagi umat Lingkungan St. Caecilia, karena pada hari ini semua umat yang berdomisili dilingkungan Caecilia hadir berkumpul bersama di Hotel Amaris pasar Baru untuk merayakan pesta nama lingkungannya.selain umat lingkungan St. Caecilia hadir juga beberapa perwakilan dari Wilayah St. Ursula seperti umat dari lingkungan ibu Teresa dan St. Perpetua juga beberapa umat dari lingkungan lain.

Acara ini dirayakan semata-mata sebagai wujud rasa syukur dan mempererat tali persaudaraan antar sesama umat lingkungan supaya dapat lebih mengenal satu sama lain sekaligus memperkenalkan ketua Lingkungan St. Caecilia yang baru menjabat  pada periode 2025 – 2028.ketua lingkungan terpilih adalah Ibu Rita.

Rangkaian acara ini diisi oleh misa Kudus yang dipimpin oleh Romo Yohanes Deodatus, SJ.Misa kudus dimulai pada pukul 19.00 Wib.hadir sekitar 60 umat dalam misa ini.Dalam khotbahnya Romo Deo mengajak semua umat untuk merenungkan tentang akhir aman.Romo mengajak umat untuk mempersiapkan diri menyambut kedatangan Yesus untuk kedua kalinya,beliau juga mengajak agar kita selalu waspada seperti pesan Yesus dalam injil bacaan hari ini bahwa akan ada banyak nabi-nabi palsu pada akhir zaman.

Romo Deo juga menyuguhkan sebuah cerita menarik tentang seorang ibu yang menanti kedatangan Yesus dalam Rumahnya.Tuhan Yesus menelepon ibu tersebut dan mengatakan bahwa Ia akan datang kerumah ibu tersebut.mendengar hal  itu ibu ini sangat senang dan mempersiapkan segala sesuatu dengan baik,dari pakaian terbaik hingga makanan terenak di suguhkan untuk menyambut kedatangan Yesus.akan tetapi dalam penantian ibu tersebut hadir tiga tokoh yang datang memohon dan butuh pertolongan ibu tersebut.namun karena terlalu Fokus terhadap kedatangan Tuhan Yesus ibu tersebut menolak untuk membatu tiga orang tersebut pada hari itu.akhirnya setelah sekian lama menunggu Tuhan Yesus tidak kunjung datang.antara perasaan campur aduk ibu tersebut kembali dihubungi oleh Tuhan yesus,karena kesal dan marah ibu tersebut bertanya kepada  Yesus kenapa tidak jadi datang.kemudian Yesus menjawab, Tadi saya sudah datang dalam rupa tiga tokoh yang membutuhkan pertolongan ibu,namun tadi ibu menolak untuk membantu saya yang hadir dalam tiga tokoh tersebut.

Pesan moral dari cerita ini adalah jangan terlalu fokus pada penampilan,berpenampilan baik itu memang baik,tampil bersih itu juga baik namun bukan itu yang utama,harta yang berlimpah itu juga bukan jaminan buat kita di akhir zaman.kriteria penilaian kerajaan Allah adalah “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk saudarakun yang paling hina ini,kamu melakukannya untuk Aku”Ketika kita membantu atau melakukan karya sosial,bukan berarti setelah kita selesai melakukannya berarti cerita kita sudah ending.ketika kita membantu orang, kita  harus membantu mereka sampai tuntas.

Mari kita bercermin dan mengoreksi diri kita, Apa yang sudah kita persembahkan untuk Allah?apakah selama ini yang kita lakukan sudah sama seperti yang St. Caecilian lakukan untuk Tuhan yaitu mempersembahkan seluruh hidup dan karyanya untuk Tuhan.yang menjaga keperawanan hingga sampai akhir hidupnya.demikianlah khotbah Romo ditutup dengan sebuah refleksi untuk umat lingkungan St. Caecilia.

Setelah selesai Misa kudus, dilanjutkan kata sambutan dan sekilas cerita hidup St. Caecilia yang diceritakan oleh ketua Lingkungan,kemudian umat diajak bermain games sebentar yang kemudian dilanjutkan dengan makan malam bersama.

Semoga Umat Lingkungan St. Caecilia mampu meneladani St. Caecilia dalam setiap tugas dan karyanya dalam Gereja,sehingga dapat menghadirkan wajah Gereja di tengah umat yang mungkin saat inibelum terjankau oleh Gereja.Selamat Pesta Pelindung.Tuhan Memberkati.

 

Sumber Berita : Sekretariat Paroki Katedral (Ay)

semua berita